Selasa, 10 Januari 2012

My Beloved Jakarta A City Belonging to Everybody

            Jakarta is my city. It is a proverb for Jakartan kids. I was born in Jakarta and grew up here. I am so happy to happy to have been born in the capital city where everything is available. If you need something to eat,  just go out to a restaurant; if you want to go for sight seeing, you just take a  type of transportation suitable for your need. In short, you can get whatever you need and want here.
However, there are black sides of this city such as traffic congestion, air pollution, garbage, flood, crime and many more. In addition, it is not easy to live here, let alone for the migrant. Here we must compete one another to get a job, otherwise we will be the jobless who only clutters this city. Anyway, Jakarta is still promising place to live and work; in fact, there are still many people wanting to live here.
Jakarta can be a never ending chat; countless things can be topics to talk about. Jakarta has a great number of interesting things such as skyscrapers along its main streets, luxurious buildings, and shopping malls, historical places and even its inhabitants. To be honest, Jakmania is the most attractive for me; it has been my focus of attention for all my life here. But what is Jakmania?
It is a term for fanatic supporters of Jakarta Soccer Club or Persija. Orange is their pride of colour and identity. Iam also a Jakmanian and of course I take a high pride of belonging this gang. Being Jakmania seems to be giving a sense of my own city. Here in this city my parents earn a living for me, something to bring me up. This way, I show my deep gratitude and pay my all indebtedness to Jakarta.
 Why Jakmania? The reason is that it is a big supporter of a soccer club named Persija. Soccer is the most populous entertainment— everyone may enjoy it. The Jakmania is one of the forum for Jakartan to meet intensily— people of all ages, sexes, and other backgrounds. It is in this forum that we interact, develop sense of brotherhood and create sense of toghtherness.
 The most impressive to be Jakmanian is when we sing and yell; here we can express our emotion, release ourselves from boredom of busy city and feel the pride of being a true resident of this large city. Nontheless, people view us in a variety of ways. THAT’S ALL RIGHT. Regardless of how divergently people view us, The Jakmania, we are an integral part of Jakarta.
I love Jakarta so much and I translate it by doing the best for this beloved capital. Not only do I join the Jakmania, but I also do such small and trivial yet important things like throwing trash or garbage in its proper place, using the public transportation politely and, the most crucial thing, being a good student and I study hard at school to be a member of the future generation of Jakarta.


This was my written in celebrate Jakarta's Birthday.
Translated by Mr. Ponco A. Kardomo

SMKN 57 Jakarta; Akomodasi Perhotelan


Saya bersekolah di SMKN 57 Jakarta. SMKN 57 Jakarta adalah salah satu SMKN Pariwisata terbaik di Jakarta, itu menurut saya. Disekolah ini terdapat tiga kejuruan yaitu Akomodasi Perhotelan, Jasa Boga, serta Usaha Jasa Pariwisata. SMK Itu pada dasarnya sama dengan SMA.  Jika SMK lebih mengacu pada praktek untuk melatih skill, namun SMA menjurus pada teori. Jadi wajar saja, jika SMK memberanikan diri mengatakan ”Siap Kerja”.
Saya bangga lho menjadi siswa SMK, karena disamping ilmu umum yang kita dapat, kemampuan kerja kita dapat digunakan. Untuk lebih jelasnya, saya akan menceritakan tentang kejuruan yang saya pelajari; Akomodasi Perhotelan.
Akomodasi Perhotelan ialah suatu ilmu yang mempelajari tentang mempersiapkan suatu pelayanan penginapan disuatu tempat tertentu misalkan hotel and mempelajari tempat itu sendiri. Melihat dari definisinya mugkin terlihat sangat sederhana, namun pelajaran ini gampang-gampang susah.
Ketika memasuki semester satu, saya dihadapkan kepada orientasi hotel  — sejarahnya, jenis-jenis penginapan, departemen di dalam suatu hotel, job descripsion. Saya juga belajar tentang cara Bekerja Sama dengan Kolega, Mengenali dan Menangani Tamu, serta Mengangani dan Merespon Keluhan. Itu adalah hal dasar yang harus diketahui untuk menjadi seorang hotelier. Pada semester kedua saya mempelajari tentang Berkomunikasi dengan Telepon, Menangani Pesan dan Membuat Reservasi Kamar (Front Office) dan Membersihkan Area dan Menggunakan Peralatannya (Housekeeping).
Sebenarnya  banyak hal yang dipelajari tentang hotel, namun untuk kejuruannya dibagi menjadi dua yaitu Housekeeping dan Front Office. Saya juga mempelajari tentang produk makanan dan  minuman, restoran serta hal-hal yang terkait dengan restoran lewat pelajaran Tata Hidang.
Disemster tiga saya mempelajari tentang Menyediakan Jasa Porter(Front Office) dan Menyediakan Jasa Housekeeping kepada Tamu(Housekeeping). Hal yang tak boleh lupa bahwa sekolah saya menerapkan Uji Kompetensi pada setiap akhir semester untuk menguji pelajaran produktif yang telah kami pelajari. Tak segan- segan, para penilainya pun berasal dari hotelier hotel terkemuka.
Disemester empat saya menjalani masa On The Job Training selama 6 bulan di Hotel Shangri-La Jakarta bersama 4 teman saya. Ini adalah waktu saya untu menerapkan ilmu yang telah sekolah berikan dan menggali apa yang belum sekolah berikan untuk saya. Ini adalah hal yang sangat berkesan bagi seluruh siswa SMK karena ini adalah pengalaman baru bagi mereka.
Selesai menjalani On The Job Training banyak hal yang kami ketahui tentang “Dunia Hotel” sebagai remaja yang beranjak dewasa pastinya kita dapat memilih hal yang baik ataupun buruk kita. Disemester 5 saya mempelajari tentang Reception(Front Office), Menyediakan Jasa Pembersihan Kamar Tamu serta Laundry( Housekeeping). Untuk Uji Kompetensinya akan dilaksakan pada semester 6 sebagai Ujian Produktif. Ya Allah bantulah Kami untuk menjalankan ini sebaik- baik sebagaimana yang telah kami lakukan sebelumnya. Amiin
Yang telah saya paparkan sebelumnya  sekitar 70% yang kami pelajari tentang Perhotelan, namun  yang 30%nya bukannya belum kami pelajari namun belum kami dalami. Sama sepertinya pelajaran lainnya, ilmu ini belum cukup sampai disini. Kita dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi untuk memantapkan ilmu kita.
GO GO GO SMK BISA, SMK 57 JAYA!!!

Minggu, 08 Januari 2012

Letter to God

Jakarta, 5 Januari 2012
Tulisan ini aku persembahkan
untuk sahabatku tercinta
Dedi Zulkarnaen

Selamat Jalan Bang Dediku sayang, semoga abang mendapat tempat terindah di sisi Tuhan.
Semoga abang lebih tenang disana, dan semoga abang bisa mendapat kekasih yang lebih baik yang memang Tuhan ciptakan buat abang.
Bang, pasti abang ngerasain apa yang Maya rasain sekarang. Maya gak pernah rela buat kehilangan abang walaupun Maya hindarin abang selama ini.
Bang, maafin aku ya selama ini. Aku belum bisa balas kebaikan abang. Bang aku cinta sama abang, benar-benar cinta sama abang. Tapi kenapa Tuhan ambil abang sekarang?
Bang, abang liat aku sekarang kan? Liat aku nangis buat abang, sambil dengerin lagu yang buat aku nangis waktu dulu jauh dari abang. Bang aku tau perasaan abang kaya gimana sama aku dulu, mungkin masih sama sampai sekarang, tapi maaf aku gak sempat buat tanya itu.
Bang, aku rindu sama abang. Bang inget gak saat kita pertama kali ketemu. Waktu nonton pertandingan Indonesia di GBK, dibayarin abang, dan abang harus tahu itu saat pertama aku lihat Ferry Rotinsulu dari dekat. Terima Kasih bang buat kenangan itu.
Abang  inget juga saat aku maen ke Bekasi, Jum’at siang panas- panasan. Abang jemput aku sama temen abang,  itu saat- saat kita lagi deket banget bang, saat aku di ajak main sama temen abang dan keliling-keliling daerah rumah abang. Besoknya kita ikut Jakmania Tur ke Bogor; Persija vs Persikabo. Inget gak bang, saat kita maen ke Base Camp Jakmania Bekasi sebelum jalan, saat abang usahain cari pinjeman baju buat aku. Bang, aku kangen tempat itu. Diperjalanan kita dihadang sama suporternya Persikabo, inget gak paniknya muka aku kaya gimana? Abang disitu malah ketawa- ketawa lihat aku. Aku juga inget saat abang sama Bule naikin motor orang Bogor yang ditinggal kabur karena takut lihat tawuran suporter. Aku percaya bang, abang itu orang yang pemberani.
Bang, tau gak gimana perasaan aku saat itu. Senang banget bang, berada ditempat baru dan sama abang. Aku gak takut bang walaupun aku tahu posisi kita dalam bahaya, tapi kita sama-sama  dan aku yakin abang selalu utamain aku. Hari itu aku bahagia banget bang, itu tur pertama aku.
Terima kasih bang, aku cinta sama abang.
Bang, kamu tau gak? Kamu pernah jadi hal yang gak pernah lepas dari fikiran aku. Kamu inget sms- sms kita yang seharian penuh, kamu inget juga gak hampir setiap malam kamu telepon aku. Bang, aku pernah jatuh cinta sama abang.
Bang, kamu inget juga gak saat kedua aku main ke Bekasi? Yang aku maksa banget minta dijemput. Aku tahu bukan kamu gak mau, tapi memang gak ada motor, tapi aku yakin abang gak akan tega biarin aku tunggu lama. Kamu inget juga saat aku nginep dirumah abang, dan posisinya itu tinggal kita berdua. Abang pasti tau, ketakutan aku kaya gimana. Tapi abang hebat, abang menepis semua kekhawatiran aku. Aku tidur dikamar dan kunciin pintu kamar aku, sedangkan abang tidur didepan bareng teman- teman abang. Thank you Ded, you save my life.
Kamu inget juga gak? Saat suasana kota Bekasi yang panasnya luar biasa. Abang Cuma ketawa-ketawa aja liat aku yang udah mandi keringat. Sampai aku ngersa gak tahan dan aku memaksa pulang dan abang dengan berat hati anterin aku pulang.
Bang, itu saat terakhir aku maen kerumah abang. Tapi besok aku main kerumah abang kok, tapi  abang janji ya ada dirumah, sambut aku, aku bisa  ngerasain kok bang. Walaupun kita sudah berbeda dunia, tapi ada 2 hal yang bisa mengantarkan kita pada tempat yang sama yaitu Mimpi dan Kenangan. Bang aku kangen sama abang, aku mau ketemu abang, aku mau pegang tangan abang kaya dulu saat kita nonton Persija; saat abang gak mau kehilangan aku ditengah keramaian.
Bang inget juga gak saat kita nonton Persija di Lebak Bulus, saat abang bangunin aku dari lamunanku yang semangat melihat atraksi The Jak- The Jak lainnya. Abang tau aja, hari itu aku datang sendiri dan yang aku harapin adalah abang. Terima kasih bang untuk tiket gratisnya, tapi sayang pintu tribun sudah ditutup semua dan  kita nonton di layar lebar. Aku tetap senang kok bang.
Aku lupa saat terakhir aku ketemu abang. Tapi setiap pertemuan kita itu bermakna dan berharga bang. Maafin aku ya bang, selama ini aku aku ngejauhin abang. Maafin aku sombong sama abang, tapi aku ngelakuin ini semua karena aku takut, aku takut jatuh, aku takut jatuh cinta terlalu dalam kepada abang. Usia kita terpaut jauh bang, kalau tidak salah 8 tahun bang. Maafin aku bang, tapi aku yakin aku bukan orang yang sebanding buat abang, abang harus dengan orang yang lebih dewasa aku dari aku. Tapi aku sekali lagi yakin, abang mengerti ketakukan aku,  abang mengalihkan  perasaan kita menjadi sepasang adik dan kakak yang saling mencinta.
Bang, tulisan ini belum cukup menggambarkan semua hal yang pernah kita lakuin dan bagaimana perasaan aku sekarang. Bang, selamat jalan ya. Aku selalu rindu sama abang.  Nanti ketika disuatu saat aku merasakan rindu setengah mati sama abang. Tolong datang buat aku bang, aku tau abang bisa meredakan suasana hati aku.  Bang, semangat oranye abang masih membara kok bang. Aku mau lanjutin kecintaan abang walaupun gak bisa sesempurna abang terhadap Persija dan The Jakmania. Bang, aku yakin Persija akan selalu ada dan gak akan pernah mati, karena dengan Persija, The Jak ada dan suka duka ini tercipta. Aku yakin Persija pasti juara.
Bang, satu hal yang yang aku yakin;  suatu saat kita akan bertemu lagi bang. Entah itu kapan, dan itu rahasia Tuhan. Tapi aku berjanji sama abang, aku mau melakukan yang terbaik selama aku masih diberi kesempatan oleh Tuhan , dan aku mau kejar cita-cita aku. Semua itu demi aku, abangku, keluargaku, dan orang orang disekitarku.  Aku tahu abang pasti senang dengar semangatku yang satu ini.
Selamat Jalan abangku tercinta, semoga tidak ada lagi sakit yang  yang kamu rasakan,  semoga disana kamu mendapatkan tempat yang lebih indah. Aku janji aku akan selalu berdoa buat abang.




I LOVE YOU, DED.
1 Januari 2012
R.I.P
 Dari Maya Novita Sari