Selasa, 29 November 2011

1+1=2

 Matematika, oh Matematika...

Sebenarnya apa yang salah darimu tapi mengapa banyak orang menjauhi bahkan untuk memikirkanmu saja banyak orang yang enggan. Jujur saja, aku salah satu orang dari tipe yang aku tuliskan diatas. Matematika bukanlah pelajaran yang aku takutkan sebenernya tapi karena sugesti yang kita buat itulah yang membuat kita seperti ini.
Memang diawal pengenalannya, matematika sangat bersahabat baik dengan kita, jika kita sudah mengetahui cara untuk memcahkan soalnya diberi soal sebanyak apapun tak akan jadi masalah. Namun, seiring dengan menaiknya tingkatan kita, maka pelajaran yang ditawarkan sangat beragam dan rumit. Kalau kita berfikir, materi matematika yang kita pelajari mungkin hanya 50% yang dipakai dalam kehidupan nyata kita,. Tapi aku  mengerti, dengan soal semacam itu akan membuat kita lebih terampil dan mengasah otak. Jadi, wajar banyak orang yang bilang jika Matematika kita bagus maka logika kita juga bagus. Satu hal lagi yang membuat matematika itu semakin menjadi ' The Amazing Lesson', yaitu ilmu pasti. Matematika itu jawabannya pasti, dan cara pengerjaan tidak akan berubah. Jadi matematika itu mempermainkan logika dan pelajaran ini terus berlaku selama kita hidup.

Tapi sesulit apapun soalnya, pasti ada jawabnya. Tergantung cara kita dan kesungguhan kita dalam mengerjakannya, seperti kutipan temanku " kalau sudah mengerti cara menyelesaikannya, matematika itu bisa buat kecanduan". Nilai Matematika kompeten itu sudah cukup bagiku, namun tidak untuk pelajaran lain.
Aku berjanji pada diriku sendiri untuk lebih sungguh-sungguh belajar Matematika dan berharap bisa merasakan menjadi pencandunya.

Selasa, 22 November 2011

Bahasa Indonesia di-era Globalisasi dan Pengaruh Jiwa Muda

Sejak ditetapkan pada tanggal 28 Oktober 1928 atau yang dikenal sebagai Sumpah Pemuda, sejak saat itu Bahasa Indonesia aktif dipergunakan sebagai bahasa utama dan alat pemersatu bangsa. Menurut sejarah, Bahasa Indonesia merupakan rumpun bahasa Melayu cabang tanah Riau, namun seiring berjalannya waktu Bahasa Indonesia mengalami banyak perubahan karena terpengaruh bahasa daerah lainnya maupun bahasa asing dan menyerapkan kata- kata tersebut agar lebih Indonesia dan lebih dimengerti masyarakat.

Sejak saya lahir, saya diajarkan untuk berbahasa Indonesia meskipun di rumah, orang tua saya sering menggunakan bahasa Jawa untuk bercakap-cakap setiap hari. Keberuntungan itu pun saya dapat karena saya tinggal di Jakarta, karena hampir penduduk Jakarta adalah Urban, sehingga mereka pasti menggunakan Bahasa Indonesia untuk dimengerti dibanding bahasa daerah asal mereka.


Bahasa Indonesia sudah sangat melekat pada diri masyarakat Indonesia, walaupun terkadang kita sering berbahasa yang tidak baik secara tata bahasa dan, namun menurut saya; ketika kita memilih untuk memakai bahasa yang tidak formal tak ada salahnya ketika kita berbicara dengan orang sebaya atau acara yang tidak formal, jika sebaliknya maka itu merupakan suatu kesalahan.
Ada pula orang yang sering  menggunakan bahasa Indonesia yang dicampur dengan bahasa asing lain, menurut saya ini adalah hal yang wajar karena dijaman globalisasi ini berbabagai macam bahasa singgah dikehidupan kita dan ada beberapa kata yang memang bahasa aslinya bahasa asing tidak enak jika di-Indonesiakan, namun yang paling penting ialah tahu waktu kapan kita kita harus berbicara Bahasa Indonsia yang baik dan benar serta kapan kita dapat menggunakan Bahasa Indonesia versi kita.


Salah satu sastra Bahasa Indonesia yang saya sukai ialah puisi. Puisi mempunyai banyak makna yang disampaikan secara tidak langsung, serta kata- kata puitis yang membuat kita menerka pesan yang dikandungnya.




Sajak sang Penyair
Oleh Maya Novita Sari



Ku dengar sajak-sajak manja
Khas Rama dan pujaannya
Bertutur, bergumam mesra
Oh, aduhai aku dibuatnya


          Ku dengar lagi sajak-sajak haru
          Kisah Ibu, Pahlawan dan matiku
          Tentang telur dalam eraman,
          diinjak kawan disangka lawan
          atau menunggu hari,
          Biar nanti pecah sendiri


Oh, inginku dengar lagi
Sajak-sajak indah pujangga lain
Atau sajak indah Penyair lilin



Selasa, 15 November 2011

my dear, English

         Since I know you, it's hard to understand, it's hard for me to say. But day by day I have been trying to remind you as my important part of my whole life. Yes, you are made me falling in love with you. 

        My dear, English. I've been learning this since my elementary school grade 3. Years ago, it's quite hard for me to understand, it became one of my diffucult lessons at that time. By trivial reason; my residence stranges with English.

        When I was Junior High School, I found new feeling, new world about English. The enviroment is demanded me to communicate well in English, because we were studying at favourite school. My friends were very helpful, and sometimes they were laughing with my bad pronounciation, then they said the right pronounciation. It became valuable lesson for me. Then I try day by day, learn from my mistake by reading, listening and repeating the songs, speaking with others and write my status on Friendster or Facebook in English. At the last time of  JHS's graduation, I felt my English increase quite well, and I believed that my ability would help me to go Tourism School, to travel the world and communicate with others :)

          Now, I'm going to SMKN 57 Jakarta, majoring at Hotel Accomodation. SMKN 57 is one of favorite SMK in Jakarta, make me proud of it. I'm learning about Hospitality Industry, that is how to serve guest with proper manner. As we know almost hotel guests are foreign, I should speak English well.I got my On The Job Training at Shangri-La Hotel Jakarta. It's one of famous hotel in Jakarta because its defence. Shangri-La's guests are coming from many countries and when I served them, I used to speak English.

          Fortunately, when I grade 10, I got a chance to join Microschoolarship at Learning Partnership; a non profit organization which funding from US Embassy, it helps SMK students to build their English ability for their future. Now, English is a integral part of mine because I believed in this global era English is important, beside our skill, knowledge and attitude. It will help us get a SHINE JOB in the future.


Selasa, 08 November 2011

our last time

Untuk para sahabatku tercinta,

Kawan, tanpa terasa waktu kita semakin berkurang.
Semakin membuat detak jam semakin membeban.
Kawan, kala kau ingat kembali diriku,
yang muda dan malu.
Ah kawan, kenapa selalu ada ada akhir untuk cerita indah seperti ini.
Untuk cerita pengisi kekosongan hati nan sepi.
Tapi, aku percaya Tuhan punya jalan lain.
Tuhan mengirimkan kamu dan mengambil kembali.
Agar aku bisa belajar, apa yang tak aku punya,
supaya diriku merasa lengkap, dan mengahargai bahwa seseorang berhak dicintai.

Tuhan, terima kasih kau telah menciptakann teman untuk hambamu.
Karena, dibanding apapun, teman adalah hadiah terindah yang pernah tercipta.