Matematika, oh Matematika...
Sebenarnya apa yang salah darimu tapi mengapa banyak orang menjauhi bahkan untuk memikirkanmu saja banyak orang yang enggan. Jujur saja, aku salah satu orang dari tipe yang aku tuliskan diatas. Matematika bukanlah pelajaran yang aku takutkan sebenernya tapi karena sugesti yang kita buat itulah yang membuat kita seperti ini.
Memang diawal pengenalannya, matematika sangat bersahabat baik dengan kita, jika kita sudah mengetahui cara untuk memcahkan soalnya diberi soal sebanyak apapun tak akan jadi masalah. Namun, seiring dengan menaiknya tingkatan kita, maka pelajaran yang ditawarkan sangat beragam dan rumit. Kalau kita berfikir, materi matematika yang kita pelajari mungkin hanya 50% yang dipakai dalam kehidupan nyata kita,. Tapi aku mengerti, dengan soal semacam itu akan membuat kita lebih terampil dan mengasah otak. Jadi, wajar banyak orang yang bilang jika Matematika kita bagus maka logika kita juga bagus. Satu hal lagi yang membuat matematika itu semakin menjadi ' The Amazing Lesson', yaitu ilmu pasti. Matematika itu jawabannya pasti, dan cara pengerjaan tidak akan berubah. Jadi matematika itu mempermainkan logika dan pelajaran ini terus berlaku selama kita hidup.
Tapi sesulit apapun soalnya, pasti ada jawabnya. Tergantung cara kita dan kesungguhan kita dalam mengerjakannya, seperti kutipan temanku " kalau sudah mengerti cara menyelesaikannya, matematika itu bisa buat kecanduan". Nilai Matematika kompeten itu sudah cukup bagiku, namun tidak untuk pelajaran lain.
Aku berjanji pada diriku sendiri untuk lebih sungguh-sungguh belajar Matematika dan berharap bisa merasakan menjadi pencandunya.